TERIMA KASIH

Mempunyai pengalaman mencoba bunuh diri di usia dini, kalau diingat sekarang rasanya goblok sekali. Bagaimana tidak, karena takut dipermalukan guru, pada hari di mana seharusnya saya dites mengaji, beberapa jam sebelum berangkat sekolah (SMP) saya nekat menenggak hampir satu sachet shampoo. Beruntung saya refleks muntah dan selebihnya hanya membuat tidak masuk sekolah. Cukup berhasil pada akhirnya.

Terlahir dengan overthinking dan negative thinking memang ... anjaay~ Ditambah trait melankolis, oversensitive yang ada melengkapi kerapuhan saya. Di satu sisi, jujur, tidak bisa dipungkiri sangat membantu dalam berkarya. Di sisi lain, terutama yang berhubungan dengan kehidupan secara umum, berak lah.

Tapi pada akhirnya saya sadar, pun sangat bersyukur. Terlebih di segi kepekaan menangkap bermacam nilai. Sadar kalau saya yang dulu teramat polos tidak ditakdirkan bersama keberakan ini, mungkin saya tidak akan jadi pembelajar ulung. Hanya mentok di menangis ketika sedih, tertawa ketika bahagia, marah karena ulah sendiri, kecewa karena kelebihan harap. Sesederhana itu.

Bermacam golongan pertemanan sudah melebur-menguap-meninggi dengan kompetensi dan prestasi, saya yang selalu bersama keberakan jelas tertinggal sangat jauh.

Definisi kegagalan memang keberhasilan yang gagal, begitu dagelan seorang teman. Tidak perlu ada denial. Saya terima dan selalu mengupayakan ada titik balik suatu saat nanti.

Dan ternyata ada.

Saya selalu berterima kasih pada beberapa sobat kentel yang sangat suportif. Tidak akan saya sebut di sini tapi. Segan ah. Takut mereka ilfeel. Yang jelas, tanpa mereka mana mungkin saya bisa bertahan. Bertahan demi membalas budi. Haha.

Ini sebenarnya semacam appreciation post dengan dasar mengumbar kelemahan sendiri. Penting gak penting, entah, mendadak tertarik begitu saja mempublikasikan.

Mungkin karena sedang overdosis musik trip hop. Merangkak. Memble. Bikin pengen pipis lewat ketikan di Belog.

Yang mana mata kalian akan dibuat perih karena semburannya.

Saking alænya.

Comments

Popular posts from this blog

THE FATHER CANINE

SIMPANG JALAN

THE BEST FATHER