TIADA LAWAN

Saya merasa, setiap orang pada masa pra-remajanya pasti mudah tergugah dengan heroisme. Tentu, dalam konteks klise membela kebenaran dan menolong yang lemah.

Banyak yang ingin menjadi pahlawan, banyak yang meyakini itu menyenangkan. Tentu, bukan karena bisa berguna sebagai manusia tapi bisa terlihat keren tanpa cela.

Beranjak dewasa, heroisme semakin kompleks. Baik secara definisi maupun penerapan, motivasi yang melandasinya juga kian kabur.

Tapi menariknya heroisme punya kelebihan seputar daya guna dan manfaat. Jadi, mau berasal dari seseorang yang narsistik atau megalomaniak sekalipun tetap tidak akan mengotori kaidahnya.

Sebagai -isme, betapa fleksibel dan kompromisnya ia.

Comments

Popular posts from this blog

THE FATHER CANINE

SIMPANG JALAN

THE BEST FATHER