GARA-GARA GURU
Bangun pagi, banyak postingan soal Hari Guru. Seketika langsung teringat seorang Biksu yang notabene Biksu kesayangan kita semua, Tong Sam-chong. Bagaimana tidak disayang, rasanya "kosong adalah berisi, berisi adalah kosong" telah turut serta membangun fondasi kebijaksanaan kita semua. Layak dikenang sepanjang hayat.
Ah ya. Ngomong-ngomong soal siapa guru terbaik bagi saya sejauh ini, berikut daftarnya:
1. Bu Ida
Guru Bahasa Indonesia dan Pembiasaan (semacam pelajaran seputar sosial-moral) di SMP dulu. Karena kebetulan kebagian mata pelajaran Pembiasaan-nya, saya menyadari beliau sebagai sosok one of a kind. Tegas, sinis-sarkastis tapi juga peduli terhadap murid yang dirasa perlu 'tamparan'. Mungkin bagi sebagian besar murid, beliau sosok infamous. Tapi bagi saya, sosok yang berhasil mendongkrak sifat asli saya supaya punya nilai guna. Sifat yang bagaimana? Aya weh~
2. Pak Agus
Guru Seni dan Budaya yang juga dari SMP saya dulu. Guru yang kelihatannya kaget karena pada tes menggambar pertamanya, mendapati karya saya berupa ilustrasi hari kiamat. Citra beliau adalah guru humoris. Di sisi lain, guru yang memberikan pemahaman pada saya soal bagaimana mengapresiasi karya seni. Yang masih diingat, beliau pernah berpesan "Kalau nemu pengamen terus nyanyinya ngasal, gak disaranin ngasih duit. Nah kalau nyanyinya niat dan bener, wajib ngasih.". Mantap.
3 Bu Elin
Masih seorang guru dari SMP saya. Beliau mengajar Bahasa Indonesia sekaligus menjadi pengurus (atau apa ya istilahnya...) perpustakaan. Saya mengenal beliau karena kebetulan lumayan sering ke perpustakaan. Waktu itu, di antara bermacam jenis buku yang saya pinjam, beberapa novel karangan Hilman menjadi favorit. Sempat 'ogah' mengembalikan beberapa buku, sampai setahun lebih baru dikembalikan. Tapi beliau bukannya marah atau mendenda, malah menawarkan "mau ibu pesenin karangan Hilman yang lain?" kemudian menawarkan bacaan lain yang dirasa pas dengan saya. Ada-ada saja memang~ Karenanya saya jadi tahu naninu keren bin inspirasional pada waktu itu.
Sejauh ini masih tiga guru ini yang berjasa bagi saya pribadi. Meski tidak bisa dipungkiri ada beberapa lagi yang layak semat, nanti saja lah ya~

Comments
Post a Comment