KETUHANAN
Ketika berbicara tentang ketuhanan, mereka yang menolak konsepnya beralasan Tuhan itu jahat atau bahkan tidak pernah ada. Dalam arti, dengan banyaknya hal buruk terjadi masih saja Tuhan tidak tergerak membantu. Selain itu, seringnya doa berakhir tanpa hasil membuat mereka kecewa. Mana mungkin ada Tuhan, jika dengan atau tanpa berdoa semuanya sama saja.
Sebagai Sang Maha dalam semua hal, tentu kejadian baik dan buruk sudah dikehendaki. Begitu pula alasannya, sudah pasti ada. Hanya saya keterbatasan manusia sebagai makhluk tidak selalu mampu memahami. Sebagaimana misal, dalam suatu masalah kita baru bisa menyadari penyelesaiannya belakangan. Sekalipun ternyata, berupa hal sederhana.
Banyak pemahaman dalam hal tertentu lahir dari hal buruk atau katakanlah kemalangan. Tentu, konteksnya pemahaman positif. Dari sini bisa disadari, perkembangan cenderung datang dari keterbatasan. Secara kebalikan, kemapanan dan kenyamanan berbanding lurus dengan potensi menumpulkan pikir dan paham.
Apa yang terjadi, separah apapun itu. Di luar perasaan heran, terlebih karena merasa sudah pintar dan berpemahaman, pasti memiliki alasan. Marah, kesal dan kemudian menjadi benci bisa dimengerti. Tapi yang jelas, kita tidak pernah tahu apa yang dikehendaki olehNya. Entah apa alasan dibalik terjadinya atau perkembangan karakter macam apa yang Dia coba munculkan dari kita.
Sedikit doa dari saya:
Berikan aku ketahanan lewat ketuhanan.
Lihat imanku dan kabul aamiinku.
Biarkan sujud mendatangkan wujud.
Apa yang semula doa menjadi niscaya.
Comments
Post a Comment