KEPADA MIYAZAKI

Masa kecilmu menyenangkan (atau setidaknya menarik). Lalu, ketika beranjak remaja, kesenangan menjadi suatu konsep yang direka bukan dirasa. Kamu mulai mengikuti apa yang lingkunganmu sarankan. Setelah dewasa dan pada akhirnya perlahan menua, kamu mulai sadar. Tidak ada (kesenangan) yang benar-benar sejati. Kebahagiaanmu hanya fabrikasi. Kreasi dari apa yang kamu pahami, jalani dan yakini benar.

Kamu adalah bagian dari dinamika yang mana membentukmu menjadi semakin asing. Kamu mulai mempertanyakan, di mana kamu yang sebenarnya?

Pada tahun di mana saya mulai aktif di suatu forum daring, saya menemukan seseorang. Pak tua dengan idealisme mentok. Menarik, ketika dalam perjalanan mengenali lebih jauh sosok dan pemikirannya, pada akhirnya saya menempatkan beliau pada daftar orang paling berpengaruh dalam hidup saya. Kenapa bisa?

Hayao Miyazaki adalah salah satu dari golongan kecil orang yang memiliki tujuan hidup aneh. Dengan renjana pada kehidupan dan manusia, beliau menciptakan banyak film dengan penggambaran implisit tentang topik tersebut. Dari film sederhana yang meliputi fantasi anak-anak sampai romansa pelik, dia selalu menyematkan pesan kuat. Entah itu soal kembali menjadi diri sendiri, pentingnya mencintai alam sekitar atau bahkan sesuatu semegah menjadi manusia yang semestinya.

Kebanggaan dan kehormatan. Dua hal itu kiranya yang beliau harap bisa kita temukan dan dijadikan hasil akhir. Menutup keberhasilan yang diusahakan bisa meliputi esensi dari manusia yang mampu (merasa) hidup.

Bagi saya, beliau menjadi salah seorang yang berhasil membuat jalur sekaligus mengantarkan saya pulang pada kesejatian diri. Bebas pretensi dan hasrat semu tentang kebahagiaan.

5 Januari lalu beliau berulang tahun. Dan tentu, saya telat tahu. Beruntung ada beberapa teman yang mengingatnya di media sosial. Karena penting ataupun tidak, bagi saya mengungkapkan kekaguman lewat ucapan selamat ulang tahun itu perlu. Sekalipun tidak mengenal orang yang dituju secara personal.

Selamat ulang tahun, pak tua. Terima kasih atas buah pemikirannya. Terima kasih karena telah menghindarkan saya dari menjadi kopi kesekian manusia modern yang bahagia.

Yang sejatinya tersesat.

Comments

Popular posts from this blog

THE FATHER CANINE

SIMPANG JALAN

THE BEST FATHER