KEMARILAH BERANI
Sore itu langit perlahan mendung.
Setelah angin kencang datang, kumpulan awan menutup penuh.
Sekelilingmu terkepung, deras air turun mengancam.
Gerakmu terhenti, terbatasi percik dingin kebisingan.
Sejauh mata mampu, penglihatanmu hanya seputar ragu.
Ada orang berjas hujan, dari seberang dia meminta tenang.
Belasan menit, dan basah sudah meraih paha.
Kau mengeluh pada arloji, detiknya melemah kian melemas.
Samar mendekat, warna kuning tinggi pucat.
Dibawanya payung, diberikannya padamu.
Disuruhnya buka, disuruhnya coba.
Terobos saja.
Singkat cerita, pada sisi lain jalan. Kau temukan keramaian.
Begitu banyak poster berita kehilangan.
Comments
Post a Comment