KABUL ISTANBUL

Mari hidup di Istanbul.
Bercocok tanam kini, dituai nanti.
Boleh sayuran atau buah-buahan.
Hindari tanam harapan.
Tuaiannya hanya penyesalan.

Begitu setidaknya kata seorang pendeta yang menjulurkan tongkat, menempelkannya pada keningku seraya berkata "abrakadabra", sekaligus menumbuhkan tunas dalam pikiranku dari genus paling tahan segala musim: kepercayaan diri.

Comments

Popular posts from this blog

THE FATHER CANINE

SIMPANG JALAN

THE BEST FATHER