INSTAGARAM

Ternyata sudah cukup banyak post dengan beragam bahasan. Tidak terasa akun Instagram saya bisa terurus lama. Berawal dari kanal yang direncanakan sebagai medium komedi satire, berakhir dengan ladang keluh dan ketidakwarasan. Karena blogging sudah dirasa menjemukan, mengandalkan Instagram sebagai penyalur hasrat menulis ternyata lumayan. Cocok sekali untuk sesuatu yang tidak terlalu teknikal atau teoritikal, sekadar luapan acak sentimental.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin sukar diprediksi, apapun yang terjadi memang akan selalu mengejutkan. Kita pada satu sisi sepakat, kejutan tidak selalu menyenangkan. Menyebalkan. Dan bagi saya, menulis adalah upaya mereduksi sebal.

Tidak ada orang yang benar-benar bahagia. Kegelisahan adalah sesuatu yang niscaya. Kehidupan sosial bertahan dengan keseragaman, konstruksi yang dibangun dengan citra "tidak apa-apa". Kita terjebak pada hingar-bingarnya, dan menjadi jujur pada diri sendiri menjadi haram. Dilarang negatif.

Meski awalnya tidak merasa, belakangan saya sadar "loh, rebel juga akunku~". Ha. Semoga bisa menjadi penyumbang tulisan-tulisan pereda gelisah, menjauhi kesan pseudo-positivisme yang tidak memberikan kelegaan signifikan.

Comments

Popular posts from this blog

THE FATHER CANINE

SIMPANG JALAN

THE BEST FATHER